Natalia Carolina (0905010581)
Ericson, salah satu merek / brand ternama telepon genggam internasional, namun tanpa terasa nama Brand itu seakan hilang dan kita lebih familiar dengan nama Sony Ericson. Sebenarnya Ericson bukannya menghilang sama sekali. Sejak mengalami kebangkrutan-akibat kalah bersaing dengan nokia- pada akhir tahun 90-an, Ericson melakukan merger dengan perusahaan Sony pada Oktober 2001.
Sony Ericson Mobile Communications merupakan perusahaan bentukan, yang sahamnya dimiliki oleh masing-masing perusahaan yang bergabung, yaitu Ericson, perusahaan mobile besar di dunia asal Swedia dengan Divisi Mobile Communication Sony Corporation asal Jepang.
Perpaduan dua raksasa penguasa teknologi dunia ini ternyata berhasil memadukan kemampuannya untuk bersaing dalam kompetisi internasional produk ponsel. Keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu mengalahkan saingan terbesarnya Nokia dan Motorola. Menurut International Data Corp (IDC), Nokia menduduki posisi pertama dalam market share tingkat global, yaitu 30,8 %, disusul Motorola dengan 14,6%, dan posisi ketiga ditempati oleh Ericson dengan 10% (2000). Sedangkan Sony dalam kancah pasar ponsel sendiri tidak menduduki 5 besar market share (IDC,2000).
Pada dasarnya, perusahaan Ericson adalah perusahaan yang berhasil dalam teknologi mobile khususnya ponsel, terbukti dengan peringkat 3 market share menurut IDC, namun di sini yang keliru adalah Ericson tidak bisa memasarkan produknya secara internasional. Produknya hanya terfokus pada produknya, tidak dengan apa yang disebut dengan needs and wants dari customers. Program pemasaran yang baik adalah program pemasaran yang mampu mengerti dan menawarkan produknya sesuai dengan needs dan wants customer.
Pemasaran memiliki Four Ps (4P) yaitu product, prices, place, dan promotion. Pemilihan produk, penentuan harga, pengelolaan distribusi, dan implementasi periklanan dan program-program promosi. Metode ini berfokus pada kemampuan produsen untuk melakukan keempat elemen penting pemasaran tersebut. Namun sekarang metode pemasaran seperti itu mulai bergeser-apalagi untuk pemasaran global. Kemudian mulai muncul Integrated Marketing Communication, yaitu suatu program pemasaran yang mengintergrasikan semua elemen komunikasi yang bisa dianggap efektif secara taktik ke dalam eksekusi pemasaran tersebut. Dulu, periklanan menjadi satu tumpuan besar dalam berpromosi (disebut dengan metode tradisional, above the line), sekarang dengan IMC elemen seperti sales promotion, direct marketing, dan public relations turut disertakan. Teknik seperti pemberian diskon, pengadaan contest, event, dan sebagainya dapat menjadi elemen IMC juga. Metode IMC sering disebut dengan metode below the line – disebut demikian sebab metode ini biasanya menggunakan budget yang lebih rendah daripada metode above the line. Bedanya lagi, above the line dianggap sebagai usaha membangun brand image jangka panjang.
Beberapa dorongan yang membuat munculnya IMC:
1. Perkembangan Digital Technology, yang mampu menembus semua bidang
2. Meningkatnya perhatian terhadap Brands sebagai modal dalam berkompetisi
3. Meningkatnya fokus pada tindakan multinasional dan globalisasi, yang menembus batas geografi